Posts

Showing posts from August, 2018

Aku Bukan Fathimah (2)

Image
Aku diam, kau diam. Kemudian kita memberi kesempatan pada waktu, membiarkannya menciptakan kebekuan diantara kita. Beku hingga jariku kaku untuk sekedar menuliskan pesan singkat untuk menanyakan kabarmu. Aku terlalu malu, sungguh. Tidak seperti hari-hari kemarin yang telah lama berlalu. Kita biasa bercanda tawa tanpa gagu. Bagiku begitu lucu. Bukankah jarak dicipta agar rindu tetap hidup tanpa redup?--- Itu kata seorang penulis yang belakangan karyanya begitu kusukai. Jarak memang telah mencipta rindu, membawa kita kepada dua kutub, utara dan selatan. Dua-duanya sama-sama dingin. Mungkin begitulah kita, mungkin. Tugumulyo, 2017

Aku Bukan Fathimah

Image
Kelak kita butuh waktu untuk bicara. Pada apa-apa yang kini masih tak mampu kita ucap lewat kata. Untuk rahasia yang tetap kita biarkan menjadi rahasia. Untuk rasa yang tak disadari menyelinap lewat curahan kata, yang kemudian kukutuki dalam-dalam karena aku merasa itu belum waktunya. Ah, barangkali karena aku memang manusia biasa. Memang begitulah adanya. Untuk kita yang lebih memilih bisu dan saling mendiam, suatu kali kita menyadari bahwa rasa tak melulu bisa diredam. Karena nyatanya kebisuan dan keterdiaman yang kita cipta, telah membuat kita hanya mampu saling menerka. Kini kita hanya perlu percaya. Bahwa sejauh apapun kita berada, selama apapun kita memilih untuk tak saling menyapa, kita tetap bisa menyatu dalam rasa, yang kita lantunkan lewat do’a. Kita hanya butuh kebesaran hati untuk mengalah. Pada apa-apa yang telah terarah. Bahwa takdir yang ditulis oleh-Nya tak pernah salah.            Maka, sampai pada baris tera...