Aku Bukan Fathimah (2)


Aku diam, kau diam. Kemudian kita memberi kesempatan pada waktu, membiarkannya menciptakan kebekuan diantara kita. Beku hingga jariku kaku untuk sekedar menuliskan pesan singkat untuk menanyakan kabarmu. Aku terlalu malu, sungguh. Tidak seperti hari-hari kemarin yang telah lama berlalu. Kita biasa bercanda tawa tanpa gagu.

Bagiku begitu lucu. Bukankah jarak dicipta agar rindu tetap hidup tanpa redup?--- Itu kata seorang penulis yang belakangan karyanya begitu kusukai. Jarak memang telah mencipta rindu, membawa kita kepada dua kutub, utara dan selatan. Dua-duanya sama-sama dingin. Mungkin begitulah kita, mungkin.

Tugumulyo, 2017


Comments

Popular posts from this blog

Aku Bukan Fathimah (3)

Aku Bukan Fathimah